Berita

BRI Sah Jadi Induk Holding BUMN Ultra Mikro

Holding Ultra Mikro yang melibatkan 3 entitas BUMN yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, PT Pegadaian (Persero) dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM resmi terbentuk.

Hal ini berjalan seiring dengan adanya penandatanganan Akta Inbreng saham pemerintah di Pegadaian dan PNM sebagai penyertaan modal negara ke BRI sebagai induk holding di Jakarta saat ini.

Penandatanganan juga dilakukan oleh Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Direktur Utama BRI Sunarsi serta dihadiri oleh Direktur Utama Pegadaian Kuswiyoto, dan Direktur Utama PNM Arief Mulyadi lalu Wakil Direktur Utama BRI yang sekaligus menjadi ketua PMO (Project Management Office) Tim Privatisasi BRI Catur Budi Harto.

Milestone bersejarah untuk UMKM ini tak mengubah porsi kepemilikan pemerintah atas saham pengendali di BRI. Namun di sisi lain, setelah holding terbentuk, negara tetap akan punya satu lembar saham merah putih seri A atau golden share di Pegadaian dan PNM.

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir juga berkata bahwa hal ini menjadi tonggak bersejarah berdirinya Holding Ultra Mikro yang punya visi ekonomi kerakyatan.

Ia berkata bahwa Holding Ultra Mikro akan memberikan banyak kemudahan dan biaya pinjaman dana yang lebih murah dengan jangkauan yang lebih luas, pendalaman layanan, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya berterima kasih atas komitmen tiga BUMN mewujudkan Holding Ultra Mikro dan ini merupakan momentum kebangkitan ekonomi nasional melalui penciptaan lapangan kerja baru dan penyerapan tenaga kerja,” ujarnya dalam sambutannya, Senin 13 September 2021.

“Tentunya pemerintah secara keseluruhan memiliki solusi besar untuk menunjukkan keberpihakan kepada sektor ultra mikro. Ketika pemerintah berbicara tentang Indonesia Maju, maka di dalamnya ada kemajuan segmen ultra mikro, melalui penguatan ketahanan ekonomi dan pertumbuhan berkualitas, mengurangi kesenjangan, dan meningkatkan kualitas SDM terutama pengusaha Ultra Mikro dengan pemberdayaan melalui holding ini,” jelas Erick.

Erick juga menekankan bahwa adanya holing akan memperkuat model bisnis setiap perseroan. Menurutnya, BRI, Pegadaian, dan PNM akan saling melengkapi memberikan layanan keuangan yang terintegrasi untuk keberlanjutan pemberdayaan usaha ultra mikro.

“Kehadiran holding ultra mikro ini akan meningkatkan pemberdayaan dan menyediakan pembiayaan yang lebih lengkap dan lebih murah, karena itu salah satu tujuan dari hadirnya Holding UMi melalui sinergi ketiga BUMN. Melalui co-location jejaring layanan BRI ke depan akan dilengkapi pula dengan loket untuk Pegadaian, maupun pos para account officer (AO) dari PNM Mekaar. Bahkan melalui berbagai simulasi, co-location mampu mencatatkan efisiensi karena menekan biaya operasional dan biaya dana (cost of fund),” jelasnya.

Pada kesempatan itu juga, Direktur Bank BRI, Sunarso mengamini Erick. Menurutnya, Holding Ultra Mikro akan menghasilkan lembaya pemberdayaan mikro termasuk ultra mikro terbesar yang mempunyai ekosistem keuangan terlengkap.

Anda mungkin juga suka...